Rabu, 30 Maret 2016

Mencatat transaksi penjualan


      Mencatat transaksi penjualan
Transaksi penjualan dicatat melalui menu Aktifitas >> Penjualan. Untuk transaksi penjualan tunai atau kredit secara langsung maka menggunakan Faktur Penjualan. Sedangkan transaksi penjualan yang didahului dengan pemesanan barang maka menggunakan Formulir Pesanan Penjualan.


a.    Mencatat transaksi dengan Faktur Penjualan
Contoh kasus: 
1.    Tanggal 9 Februari 2011 perusahaan menjual 2 unit Notebook Core 2 Duo kepada pelanggan yaitu CV Mitra Sejahtera senilai masing-masing Rp.4.500.000,00 dan dibayar lunas (harga belum termasuk PPN). (Harga beli Notebook per unit Rp.4.000.000,00).
Langkah-langkah pencatatan sebagai berikut:
Ø  Pada menu bar klik Aktifitas >> Penjualan >> Faktur Penjualan.
Isikan pada Faktur Penjualan sebagai berikut:
-       Pada Pelanggan masukkan pelanggan, yaitu CV Mitra Sejahtera
-       Pada No Faktur, secara otomatis sudah terisi nomor urut faktur
-       Pada Tgl Faktur, isikan tanggal transaksi
-       Pada Tgl Kirim, isikan tanggal pengiriman atau penyerahan barang
-       Pada kolom Barang, masukkan Notebook Core 2 Duo. Selanjutnya secara otomatis kolom lainnya akan terisi informasi barang.
-       Pada kolom Kts (Kuantitas), isikan jumlah barang yang dijual
-       Pada Pajak, secara otomatis akan terisi kode pajak yang telah Anda buat (T).
-       Pada Keterangan, isikan keterangan tentang transaksi
-       Total Faktur berjumlah Rp.9.900.000. Hal ini karena ada tambahan pajak (PPN 10%)
Ø Jika sudah klik tombol ‘Bayar’. Hal ini karena pelanggan langsung membayar pada perusahaan.
Ø  Pada Bank, pilih rekening penerimaan uang yaitu bank atau kas. Pada tanggal isikan tanggal transaksi penerimaan uang. Selanjutnya klik tombol ‘Simpan & Tutup’. Dengan ini pencatatan transaksi penjualan sudah selesai dan terbuka formulir Faktur Penjualan dengan cap ‘Paid’
Ø  Pada formulir tersebut klik tombol Simpan & Tutup.

Atas transaksi ini maka rekening bank bertambah Rp.9.900.000,00, rekening Persediaan Notebook berkurang Rp.8.000.000,00, rekening penjualan bertambah Rp.9.000.000,00, rekening PPN Keluaran bertambah Rp.900.000,00 dan rekening HPP Notebook bertambah Rp.8.000.000,00.


2.    Tanggal 12 Februari 2011 Perusahaan menjual 1 unit Notebook Core i7 kepada pelanggan Andi Setiawan senilai  Rp.6.000.000,00 (harga belum termasuk PPN). Atas pembelian ini Andi Setiawan membayar sebesar Rp.4.000.000,00 dan sisanya akan dibayar bulan depan. (Harga beli Notebook Core 17 per unit Rp.5.250.000,00)
Langkah-langkah pencatatan sebagai berikut:
Ø Pada menu bar klik Aktifitas >> Penjualan >> Faktur Penjualan. Selanjutnya akan terbuka formulir Faktur Penjualan. Isikan sebagai berikut:
-       Pada Pelanggan masukkan pelanggan, yaitu Andi Setiawan
-       Pada No Faktur, secara otomatis sudah terisi nomor urut faktur
-       Pada Tgl Faktur, isikan tanggal transaksi
-       Pada Tgl Kirim, isikan tanggal pengiriman atau penyerahan barang
-       Pada kolom Barang, masukkan Notebook Core i7. Selanjutnya secara otomatis kolom lainnya akan terisi informasi barang.
-       Pada kolom Kts (Kuantitas), isikan jumlah barang yang dijual
-       Pada Pajak, secara otomatis akan terisi kode pajak yang telah Anda buat (T).
-       Pada Keterangan, isikan keterangan tentang transaksi
Ø Total Faktur berjumlah Rp.6.600.000. Hal ini karena ada tambahan pajak (PPN 10%)
Ø Jika sudah klik tombol ‘Bayar’. Hal ini karena pelanggan langsung membayar pada perusahaan. Selanjutnya terbuka formulir Terima Pelanggan seperti berikut:
Ø  Pada Bank, pilih rekening penerimaan uang yaitu bank atau kas (dalam contoh ini Bank). Pada tanggal isikan tanggal transaksi penerimaan uang, pada Keterangan isikan keterangan tentang transaksi, Pada Jumlah Cek isikan jumlah pembayaran yaitu Rp.4.000.000,00, dan pada Jumlah Pembayaran juga isikan Rp.4.000.000,00. Jika sudah klik tombol ‘Simpan & Tutup’.
Ø  Selanjutnya terbuka formulir Faktur Penjualan, klik tombol Simpan & Tutup. (Faktur Penjualan belum ada cap ‘Paid’ karena pembayaran dari pelanggan belum lunas).
Atas transaksi ini maka saldo rekening Bank bertambah Rp.4.000.000,00, rekening piutang dagang bertambah Rp.2.600.000,00, rekening Persediaan Notebook berkurang Rp.5.250.000,00, rekening penjualan bertambah Rp.6.000.000,00, rekening PPN Keluaran bertambah Rp.600.000,00 dan rekening HPP Notebook bertambah Rp.5.250.000,00.


3.    Tanggal 14 Februari 2011 Perusahaan menerima pembayaran atas jasa pemasangan jaringan komputer dari warnet ‘LCD Net’ sebesar Rp.1.500.000,00 (tidak ada PPN).
Langkah-langkah pencatatan sebagai berikut:
Ø Pada menu bar klik Aktifitas >> Penjualan >> Faktur Penjualan. Selanjutnya akan terbuka formulir Faktur Penjualan. Isikan sebagai berikut:
-       Pada Pelanggan pilih ‘Pelanggan Baru’, kemudian isikan informasi tentang pelanggan baru.
-       Pada No Faktur, secara otomatis sudah terisi nomor urut faktur
-       Pada Tgl Faktur, isikan tanggal transaksi
-       Pada Tgl Kirim, isikan tanggal pengiriman atau penyerahan barang
-       Pada kolom Barang, masukkan Jasa Pemasangan Jaringan. Selanjutnya secara otomatis kolom lainnya akan terisi informasi barang.
-       Pada kolom Kts (Kuantitas), biarkan terisi 1
-       Pada Keterangan, isikan keterangan tentang transaksi
-       Total Faktur berjumlah Rp.1.500.000. Dalam hal ini tidak ada tambahan PPN 10%.
Ø Jika sudah klik tombol ‘Bayar’. Selanjutnya terbuka formulir Terima Pelanggan seperti berikut:
Ø  Pada Bank, pilih rekening penerimaan uang yaitu bank atau kas (dalam contoh ini Bank). Pada tanggal isikan tanggal transaksi penerimaan uang, pada Keterangan isikan keterangan tentang transaksi, pada Jumlah Cek dan kolom Jumlah Pembayaran telah terisi Rp.1.500.000,00. Jika sudah klik tombol ‘Simpan & Tutup’.
Ø  Dengan ini pencatatan transaksi penjualan sudah selesai dan terbuka formulir Faktur Penjualan dengan cap ‘Paid’
Ø  Pada formulir tersebut klik tombol ‘Simpan & Tutup’.

Atas transaksi ini maka saldo rekening Bank bertambah Rp.1.500.000,00 dan rekening Pendapatan Pemasangan Jaringan bertambah Rp.1.500.000,00.


b.        Mencatat transaksi dengan formulir Pesanan Penjualan
Contoh kasus: 
1.    Tanggal 18 Februari 2011 pelanggan Andi Setiawan memesan 2 unit Notebook Core i7 kepada perusahaan senilai Rp.6.000.000,00 per unit (harga belum termasuk PPN) dengan memberi uang muka Rp.1.000.000,00 ditambah PPN 10%.
Langkah-langkah pencatatan sebagai berikut:
Ø  Pada menu bar klik Aktifitas >> Penjualan >> Pesanan Penjualan.
Isikan pada formulir Pesanan Penjualan sebagai berikut:
-       Pada kolom ‘Dipesan’ masukkan pelanggan, yaitu Andi Setiawan
-       Pada No SO, secara otomatis sudah terisi nomor urut SO
-       Pada Tgl SO, isikan tanggal transaksi pemesanan barang
-       Pada Tgl Kirim, isikan tanggal pengiriman
-       Pada kolom Barang, masukkan Notebook Core i7. Selanjutnya secara otomatis kolom lainnya akan terisi informasi barang.
-       Pada kolom Kts (Kuantitas), isikan jumlah barang yang dijual
-       Pada Pajak, secara otomatis akan terisi kode pajak yang telah Anda buat (T).
-       Pada Keterangan, isikan keterangan tentang transaksi
-       Total Faktur berjumlah Rp.13.200.000. Hal ini karena ada tambahan pajak (PPN 10%)
Ø  Untuk mencatat uang muka, maka pada formulir Pesanan Penjualan klik ikon ‘Uang Muka’. Selanjutnya akan terbuka formulir Faktur Penjualan dengan kolom yang sudah terisi otomatis.
Ø  Hilangkan tanda centang pada ‘Termasuk Pajak’, pada Tanggal Faktur dan Tanggal Kirim isikan tanggal 18/02/2011. Pada kolom Harga satuan, ubah nilai sebesar uang muka sebelum ditambah PPN 10% yaitu Rp.1.000.000,00.
Ø  Untuk mencatat penerimaan pembayaran dari pelanggan, maka klik ikon ‘Terima Bayaran’.
Ø  Pada formulir ‘Terima Pelanggan’ pada kolom Bank, pilih rekening untuk penerimaan uang (dalam contoh ini Bank), pada Tanggal Pembayaran isikan tanggal transaksi waktu penerimaan uang muka, pada Tanggal cek isikan tanggal 18/02/2011, dan pada Catatan isikan keterangan tentang transaksi. Jika sudah klik tombol ‘Simpan & Tutup’. Dengan ini transaksi penerimaan uang muka sudah selesai dan Faktur Penjualan dalam status ‘Paid’ atau sudah terbayar.
Ø  Pada Faktur Penjualan, klik tombol ‘Simpan & Tutup’.
Atas transaksi ini maka saldo rekening Bank bertambah Rp.1.100.000,00, rekening PPN Keluaran bertambah Rp.100.000,00 dan rekening Uang muka penjualan bertambah Rp.1.000.000,00.
                                                

2.   Transaksi selanjutnya yaitu pada tanggal 20 Februari 2011, Andi Setiawan mengambil pesanan 2 unit Notebook dengan melunasi kekurangan pembayaran.
Langkah-langkah pencatatan sebagai berikut:
Langkah pertama yaitu mencatat penyerahan pesanan barang dagang.
Ø  Pada menu bar klik Daftar >> Penjualan >> Pesanan Penjualan.
Ø  Buka Pesanan Penjualan dari Andi Setiawan transaksi anggal 18 Februari 2011 dengan cara klik ganda pada daftar.

Ø  Formulir Pesanan Penjualan otomatis terisi transaksi pemesanan tanggal 18 Februari 2011. Selanjutnya klik ikon ‘Kirim Pesanan’.
Ø  Pada formulir ‘Kirim Pesanan’, pada ‘Tgl Pengiriman’ isikan tanggal transaksi penerimaan barang. Dalam hal ini barang yang akan diserahkan adalah Notebook Core i7 sebanyak 2 unit. Selanjutnya klik ikon ‘Faktur’. Dengan ini maka penyerahan barang dagang sudah tercatat dan persediaan Notebook sudah berkurang Rp.10.500.000,00 dan rekening Barang Terikirim bertambah Rp.10.500.000,00.
Ø  Pada ‘Faktur Penjualan’, pada Tgl Faktur isikan tanggal 20/02/2011. Kemudian untuk mencatat penerimaan pembayaran dari pelanggan klik ikon ‘Terima Bayaran’. Dalam hal ini faktur penjualan sudah dicatat dan dibuat, dan bertambahlah piutang dagang sebesar Rp.12.100.000,00, Uang muka penjualan berkurang Rp.1.000.000,00, rekening Penjualan Notebook bertambah Rp.12.000.000,00, HPP Notebook bertambah Rp.10.500.000,00, Barang Terkirim berkurang Rp.10.500.000,00, dan PPN Keluaran bertambah Rp.1.100.000,00
Ø  Pada formulir ‘Terima Pelanggan’, pada Tgl Pembayaran dan Tgl Cek isikan tanggal 20/02/2011, pada Bank isikan rekening untuk penerimaan uang (dalam contoh ini Bank). Dalam hal ini perusahaan akan menerima pembayaran dari Andi Setiawan sebesar  Rp.12.100.000,00. Selanjutnya klik tombol ‘Simpan & Tutup’.
Ø  Dengan ini pencatatan sudah selesai, dan Faktur Penjualan sudah ditutup dengan adanya tanda cap ‘Paid’ dan Pesanan Pembelian juga sudah ditutup dengan tanda cap ‘Proceeded’.
Ø  Klik ‘Simpan & Tutup’ untuk Faktur Penjualan dan Pesanan Penjualan.
Atas transaksi penerimaan uang ini maka saldo rekening Bank bertambah Rp.12.100.000,00, rekening Piutang dagang berkurang Rp.12.100.000,00.


c.         Mencatat transaksi dengan formulir Penerimaan Penjualan
Contoh kasus: 
Pada tanggal 2 Maret 2011, perusahaan menerima pelunasan dari pelanggan Andi Setiawan atas transaksi penjualan yang terjadi pada tanggal 12 Februari 2011 sebesar Rp.2.600.000,00 (sudah termasuk tambahan PPN 10%).
Langkah-langkah pencatatan sebagai berikut:
Ø  Pada menu bar klik Aktifitas >> Penjualan >> Penerimaan Penjualan.

Isikan pada formulir Terima Pelanggan sebagai berikut:
-       Pada kolom ‘Diterima dr’ masukkan pelanggan, yaitu Andi Setiawan
-       Pada ‘No Form’, secara otomatis sudah terisi nomor urut Form
-       Pada ‘Tgl Pembayaran’, isikan tanggal transaksi pembayaran
-       Pada ‘Bank’, masukkan rekening penerimaan pembayaran (dalam contoh ini Bank)
-       Pada ‘Jumlah Cek’, isikan jumlah pembayaran setelah ditambah PPN 10%.
-       Pada ‘Catatan’, isikan keterangan tentang penerimaan uang
-       Pada kolom ‘Jumlah Pembayaran’, isikan jumlah pembayaran dari pelanggan setelah ditambah PPN 10%.
Ø  Jika sudah klik tombol ‘Simpan & Tutup’.

Atas transaksi penerimaan uang ini maka saldo rekening Bank bertambah Rp.2.600.000,00, rekening Piutang dagang berkurang Rp.2.600.000,00.

Mencatat transaksi melalui menu Kas & Bank


Mencatat transaksi melalui menu Kas & Bank
a.    Formulir Pembayaran Lain, digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas atau bank. Transaksi yang dicatat melalui formulir Pembayaran Lain adalah transaksi yang tidak ada hubungannya dengan aktifitas pembelian barang dagang kepada pemasok. Contoh transaksi yang dapat dicatat dalam formulir ini adalah:
-    Pembayaran biaya/beban perusahaan seperti gaji, listrik, telepon dan lainnya
-    Pembelian aktiva tetap secara tunai
-    Pembayaran Bunga dibayar dimuka
-    Pembelian perlengkapan
-    Pembayaran biaya administrasi bank



Contoh kasus: 
1.    Pada tanggal 1 Februari 2011 perusahaan membeli perlengkapan kantor berupa meja kantor seharga Rp.1.500.000,00 dengan mengeluarkan cek bank BCA.
Langkah-langkah pencatatan sebagai berikut:
Ø  Pada menu bar klik Aktifitas >> Kas & Bank >> Pembayaran Lain.
Ø  Selanjutnya akan terbuka formulir Pembayaran Lain. Isikan sebagai berikut:
-       Pada kolom ‘Dibayar dari’, masukkan Bank
-       Pada ‘No Voucher’ secara otomatis akan terisi
-       Pada ‘Penerima’ dapat diisikan nama penerima
-       Pada ‘Jumlah’ isikan jumlah pembayaran
-       Pada kolom No Akun, masukkan rekening Perlengkapan kantor, dan pada kolom Jumlah isikan Rp.1.500.000,00
Jika sudah klik tombol ‘Simpan & Tutup’.

2.    Pada tanggal 3 Februari 2011 perusahaan membayar gaji karyawan sebesar Rp.1.800.000,00.
Langkah-langkah pencatatan sebagai berikut:
Ø  Pada menu bar klik Aktifitas >> Kas & Bank >> Pembayaran Lain.
Ø  Selanjutnya akan terbuka formulir Pembayaran Lain. Isikan transaksi yang ada.  

Ø  Jika sudah klik tombol ‘Simpan & Tutup’.

3.    Pada tanggal 3 Februari 2011, biaya administrasi bank bulan Februari sebesar Rp.7.500,00.
Langkah-langkah pencatatan sebagai berikut:
Ø  Pada menu bar klik Aktifitas >> Kas & Bank >> Pembayaran Lain.
Ø  Selanjutnya akan terbuka formulir Pembayaran Lain. Isikan transaksi yang ada.  
Jika sudah klik tombol ‘Simpan & Tutup’.


b.    Formulir Penerimaan Lain, digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan kas atau bank. Transaksi yang dicatat melalui formulir Penerimaan Lain adalah transaksi yang tidak ada hubungannya dengan aktifitas penjualan barang dagang kepada pelanggan. Contoh transaksi yang dapat dicatat dalam formulir ini adalah:
-    Pendapatan bunga bank
-    Pendapatan sumbangan dan hadiah
Contoh kasus: 
Pada tanggal 6 Februari 2011, pendapatan bunga bank sebesar Rp.50.000,00 dipotong pajak bunga sebesar Rp.5.000,00.
Langkah-langkah pencatatan sebagai berikut:
Ø  Pada menu bar klik Aktifitas >> Kas & Bank >> Penerimaan Lain.
Ø  Selanjutnya akan terbuka formulir penerimaan Lain. Isikan sebagai berikut:
-       Pada kolom ‘Disimpan ke’, masukkan Bank
-       Pada ‘No Voucher’ secara otomatis akan terisi
-       Pada ‘Tanggal’ isikan tanggal transaksi
-       Pada ‘Catatan’ isikan keterangan tentang transaksi
-       Pada ‘Jumlah’ isikan jumlah penerimaan yaitu Rp.45.000,00 (pendapatan bunga dikurangi pajak)
-       Pada ‘No Akun’ masukkan Pendapatan bunga Bank, pada ‘Jumlah’ isikan Rp.50.000,00, pada ‘Catatan’ isikan keterangannya. Untuk berpindah ke baris bawahnya tekan tanda penunjuk ke bawah pada keyboard. Pada No Akun masukkan Biaya pajak pendapatan bunga, pada Jumlah isikan –Rp.5.000,00 (pakai tanda negatif sebelum menulis angka).

 Jika sudah klik tombol ‘Simpan & Tutup.

Minggu, 06 Maret 2016

Mencatat transaksi dalam jurnal umum


Mencatat transaksi dalam jurnal umum
Jurnal umum digunakan untuk mencatat transaksi yang tidak dicatat melalui menu Kas & Bank, Aktivitas Penjualan, dan Pembelian. Transaksi dalam jurnal umum misalnya:
-    Mencatat biaya depresiasi aktiva tetap
-    Mencatat penambahan modal pemilik
-    Mencatat pengambilan uang tunai oleh pemilik dari kas atau bank
-    Mentransfer uang antar bank, dari kas ke bank, atau dari bank ke kas
-    Mencatat biaya-biaya operasional, seperti biaya listrik, biaya telepon, biaya sewa gedung, biaya transportasi, biaya pemasaran, biaya penyusutan, biaya perawatan aktiva, biaya gaji pegawai dsb.
-    Mencatat biaya lain-lain seperti biaya bunga pinjaman bank, biaya pajak atas pendapatan bunga bank, biaya kerugian penjualan aktiva dan sebagainya
-    Mencatat pembelian aktiva tetap secara tunai atau kredit
-    Mencatat pendapatan selain pendapatan dari kegiatan utama perusahaan, misalnya mencatat pendapatan bunga bank, laba penjualan aktiva dan sebagainya.
-    Mencatat Hutang selain hutang karena pembelian barang sebagai kegiatan utama perusahaan, misalnya mencatat hutang gaji, hutang listrik, hutang bank dan sebagainya.
-    Mencatat piutang selain piutang dagang atau piutang usaha karena penjualan barang atau jasa sebagai kegiatan utama perusahaan, misalnya mencatat piutang karyawan.

      Contoh-contoh transaksi yang terjadi pada perusahaan sebagai berikut:
1. Tanggal 2 Januari 2011 perusahaan membeli perlengkapan kantor secara tunai seharga Rp.10.000.000,00. Atas transaksi ini maka mengakibatkan:
- Perlengkapan kantor bertambah Rp.10.000.000,00 (dicatat disisi Debet)
-  Kas berkurang Rp.10.000.000,00 (dicatat disisi Kredit)
Langkah-langkah pencatatan yaitu sebagai berikut:
Ø Pada menu bar klik Aktivitas >> Buku Besar >> Bukti Jurnal Umum



Ø Selanjutnya akan terbuka lembar jurnal umum

Ø Isikan pada lembar jurnal umum sebagai berikut:
-          Pada No Voucher secara otomatis akan terisi
-          Pada Tanggal isikan tanggal transaksi
-          Pada Keterangan isikan keterangan transaksi
-          Pada kolom No Akun, masukkan rekening Perlengkapan kantor kemudian pada kolom Debet isikan Rp.10.000.000,00. Untuk berpindah ke baris kedua maka tekan tanda penunjuk kebawah pada keyboard. Lalu pada kolom No Akun masukkan rekening Kas dan pada kolom Kredit isikan Rp.10.000.000,00

Ø Jika sudah klik tombol ‘Simpan & Tutup’. Atau jika ingin membuat jurnal umum lagi klik tombol ‘Simpan & Baru’. Untuk mengetahui perubahan saldo akuntansi maka buka Daftar Akun, pada Daftar Akun klik ikon Perbarui.
                   

Ø Dapat diketahui setelah transaksi, saldo kas berkurang Rp.10.000.000,00 dan Perlengkapan kantor bertambah Rp.10.000.000,00

Melengkapi informasi pelanggan, pemasok, dan barang dagang


Melengkapi informasi pelanggan, pemasok, dan barang dagang
Untuk melengkapi informasi pelanggan, langkah sebagai berikut:
Ø Pada menu bar, klik Daftar >> Pelanggan. Kemudian klik ganda data pelanggan yang ingin Anda buka

Ø  Lengkapi data pelanggan seperti kota, negara, personal kontak dsb. Jika sudah klik tab Termin, dll (jika menggunakan termin penjualan). Selanjutnya klik tab Penjualan.

Ø  Pada tab Penjualan, isikan Pajak 1, yaitu Pajak pertambahan nilai. Selanjutnya dapat isikan informasi lain seperti NPWP, Tipe Pajak dsb. Jika sudah klik tombol OK. Isikan juga untuk pelanggan lainnya yaitu Andi Setiawan.


Untuk melengkapi informasi pemasok, langkah sebagai berikut:
Ø Pada menu bar, klik Daftar >> Pemasok. Kemudian klik ganda data pemasok yang ingin Anda buka

Ø  Lengkapi data pemasok seperti kota, negara, personal kontak, e-mail, web site dsb. Jika sudah klik tab Termin, dll, .

Ø  Isikan informasi yang ada, pada Pajak 1 masukkan Pajak pertambahan nilai. Jika sudah klik tombol OK.

Untuk melengkapi informasi barang dagang dan jasa, langkah sebagai berikut:
Ø Pada menu bar, klik Daftar >> Barang dan Jasa. Kemudian klik ganda data barang dagang dari barang dagang yang pertama yaitu Notebook Core 2 Duo. Selanjutnya Anda dapat melengkapi pada tab Penjualan/Pembelian dan Akun-akun. Pada tab Penjualan/Pembelian karena menggunakan PPN 10% maka masukkan kode pajak yaitu T, sedangkan pada Jasa pemasangan jaringan tidak menggunakan PPN jadi dikosongkan saja. Berikut ini hasil melengkapi informasi barang dagang dan jasa:
a.         Notebook Core 2 Duo
b.        Notebook Core i7

c.         Jasa Pemasangan Jaringan

Mencatat PPN

Mencatat PPN
PPN atau pajak pertambahan nilai terdiri dari PPN masukan dan PPN keluaran. PPN masukan adalah pajak yang dibayar oleh pengusaha kena pajak (PKP) waktu pembelian barang atau jasa kena pajak. Sedangkan PPN keluaran adalah pajak yang dipungut oleh pengusaha kena pajak atas penyerahan barang atau jasa kena pajak. Dalam hal ini jika perusahaan membeli barang dagang maka dikenai PPN masukan, dan jika perusahaan menjual barang dagang maka akan memungut PPN keluaran.
Untuk mencatat PPN dilakukan dengan langkah sebagai berikut :
Ø Pada menu bar klik Daftar >> Daftar Lain >> Kode Pajak. Lalu klik ikon Baru.
Ø  Isikan informasi PPn,  pada Nama ketikkan PPn, pada %Nilai isikan prosentase PPn yang berlaku, yaitu 10, pada Kode isikan kode PPn missal T. Pada keterangan bisa isikan Pajak pertambahan nilai. Dan pada Akun Pajak Penjualan dan Akun Pajak Pembelian masukkan nomor rekening PPn keluaran dan masukan. Pengisian seperti berikut:

Ø  Jika sudah klik tombol OK.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Web Hosting